Penthol Pathi Pak Djo Pangklangan Mandirejo
Seperti biasa, setiap pagi pukul 06.00 waktu setempat saya dan istri berangkat dari rumah kami yang berada di Desa Pakel Kecamatan Montong Kabupaten Tuban. Alternatif utama jika tidak sempat sarapan maka Pentol Pati ala Pak Jo jadi pengganti. Yang biasa mangkal di pertigaan Lauti adalah pertigaan arah ke Desa Talun.

Sejak dulu hingga sekarang kuliner yang satu itu ini bagi kami bagaikan makanan antik yang tak pernah lekang oleh waktu, katanya sih. Setiap hari, kecuali hari libur beliau setiap pagi mulai mengayuh ontel yg dilengkapi dengan rombong yang berwarna biru, warna khas.
Hanya 5.000 saja dimakan berdua cukup deh
          Sudah menjadi kebiasaan melintas dua kecamatan yaitu kecamatan Merakurak - kecamatan Montong. Mulai dari keadaan jalan yang berbatu, berbecek-becek, kadang kala juga banjir disepanjang jalan merakurak arah selatan menuju montong. Namun Alhamdulillah sekarang jalannya sudah sritttt alias mulusss, tapi si Pak Jo tetep pakai ontel kesayangannya. Ciri khas dan manfaat itu yang jadi pemicunya.

          Pak Jo beliau sering disapa para pelanggan. Yang unik lagi peminat atau pembeli Pentol Pati tersebut bukan hanya anak - anak SD, SMP atau SMA, namun semua kalangan mulai dari bapak/ibu pegawai, guru, petani, pedagang bahkah kakek/nenek pun masih menyukai camilan yang antik ini.

Penthol Pati khas Pak Djo tentunya diolah secara higienis, tanpa bahan pengawet, apalagi yang namanya borak, hem yang jelas dijamin sehat deh.